BREAKING NEWS (2 JANUARI 2011)

Berbeda dengan situasi sebelumnya yang telah berlangsung sejak akhir tahun 2008, maka mulai awal bulan Januari 2011 situs Jendela Distribusi ini tidak dapat dipergunakan secara leluasa serta nyaman. Isi dari situs ini menjadi tidak mudah untuk anda baca.
Pengelola (Konsultan) situs Jendela Distribusi ini baru akan mengembalikan portal ini ke kondisi normalnya, hanya jika aspek keuangan/pembiayaan dari proyek pembuatan situs ini telah diselesaikan secara tuntas oleh PT PLN (Persero).

Jika anda bermaksud untuk menyampaikan keluhan atas kondisi situs ini, mohon tidak disampaikan kepada pengelola situs ini namun disampaikan langsung kepada penggagas dan penanggung-jawab secara substansial dari proyek portal ini, yaitu:
Ir. Harry Hartoyo Suharno, MM.MPM - Kepala Satuan Pengendalian Kinerja Korporat PT PLN (Persero), email: harry-hartoyo@pln.co.id.

CATATAN: Demi kepentingan masyarakat luas para pengguna dari situs ini, termasuk kepentingan ribuan staf & karyawan PT PLN (Persero) yang tersebar di segenap penjuru tanah air, Konsultan Pengelola tetap menjaga agar portal ini selalu online. Mohon maaf serta mohon maklum atas ketidak-nyamanan yang terjadi untuk sementara waktu, terima kasih.

Acuan – SNI & RSNI

Gudang Pengetahuan – Daftar Dokumen SNI & RSNI

Berikut ini adalah daftar dokumen SNI dan RSNI yang telah menjadi koleksi dari Jendela Distribusi. Jika kondisi dokumen aslinya dalam kondisi baik, maka artikelnya dilengkapi dengan link untuk men-download dokumen aslinya. Namun jika kondisi dokumen aslinya tidak baik, maka link untuk men-download dokumen aslinya tidak disediakan.

  1. SPLN 020 1990 (RSNI 1 2004) – Pedoman Penerapan untuk Komisioning Pengusahaan dan Pemeliharaan Turbin Air
  2. SPLN 025 1980 (RSNI 25) – Pedoman Penerapan untuk Komisioning Pengusahaan dan Pemeliharaan Mesin Diesel
  3. SPLN 046-3 1982 (RSNI 1 2004) – Pedoman Pembatasan Tingkat Bising Bagian 3
  4. SPLN 047-1 1981 (RSNI 1 2004) – Pembakuan PLTD Bagian 1
  5. SPLN 047-4 1984 (RSNI 47 4) – Pembakuan PLTD Bagian 4
  6. SPLN 048 1981 (RSNI 1 2004) – Pedoman Penerapan Metode ASTM untuk Analisa Batubara
  7. SPLN 051 1982 (RSNI 1 2004) – Pedoman Penerapan Metode ASTM untuk Analisis Bahan Bakar Gas Alam
  8. SPLN 067-2B 1986 (RSNI 1-2004) – Kondisi Spesifik Indonesia Bagian 2B: Komisioning dan Pengujian Instalansi Listrik
  9. SPLN 085 1990 (RSNI 1 2004) – Komisioning Ketel Uap
  10. SPLN 111-4 1995 (RSNI 1 2004) – Manajemen Pemeliharaan Pusat Listrik Bagian 4

Alternatif artikel yang menarik lainnya:

  • Losses Distribusi – Bagian 1
    Losses Distribusi DAFTAR ISI Slide 1: Losses Distribusi Slide 2: Losses Distribusi Slide 3: Losses Distribusi Slide 4: Losses Distribusi Slide 5: Losses Distribusi Slide 6: Losses Distribusi Slide 7: Losses Distribusi Slide 8: Losses Distribusi Slide 9: Losses Distribusi Slide 10: Losses Distribusi Catatan:Materi ini tersedia dalam bentuk dokumen Microsoft Power Point. Demi efisiensi selama proses download-nya, dokumen ini tersedia dalam kondisi terkompres, dalam format file
  • Pentanahan Jaring Tegangan Rendah PLN dan Pentanahan Instalasi – SPLN 3: 1978 – Bagian 2
    PENTANAHAN JARING TEGANGAN RENDAH PLN DAN PENTANAHAN INSTALASI Pasal SatuRUANG LINGKUP 1. Ketentuan ini dimaksudkan untuk melengkapi peraturan instalasi dan syarat-syarat sambungan listrik. 2. Ketentuan ini mencakup pentanahan yang harus dipenuhi bagi : Jaring Tegangan Rendah fasa tunggal, bertegangan 220 V dan 2 x 220 V fasa tunggal; Jaring Tegangan Rendah fasa-tiga, bertegangan 220/380 V; Semua instalasi baik fasa tunggal 220 V fasa
  • Standarisasi SCADA – Bagian 5
    Materi dari Forum Distribusi 2007 (Denpasar, 31 Oktober – 1 Nopember 2007) Slide 10 Slide 11 Slide 12 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi artikel ini Download dokumen Power Point dari artikel ini
  • Introduction of Distribution Operation Technology KEPCO – Bagian 5
    Slide 10 Slide 11 Slide 12 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi dari artikel ini Download dokumen dari artikel ini
  • Isolator Tonggak Pin (Pin Post) Untuk Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV – SPLN 10-4A: 1994 – Bagian 5
    Pasal EnamKODE PENGENAL DAN PENANDAAN 10. Kode Pengenal Kode pengenal isolator pin sesuai Tabel I adalah dengan huruf P diikuti dengan angka yang menunjukkan beban gagal tekuk minimum dalam kiloNewton. Selanjutnva diikuti huruf E yang menyatakan bagian logan eksternal. Kemudian diiukuti dengan huruf T vang menunjukkan jenis ikat-atas. angka selanjutnya menunjukkan tegangan ketahanan impuls petir yang dinyatakan dalam kiloVolt.
formula bisnis