Acuan – SNI & RSNI
Gudang Pengetahuan – Daftar Dokumen SNI & RSNI
Berikut ini adalah daftar dokumen SNI dan RSNI yang telah menjadi koleksi dari Jendela Distribusi. Jika kondisi dokumen aslinya dalam kondisi baik, maka artikelnya dilengkapi dengan link untuk men-download dokumen aslinya. Namun jika kondisi dokumen aslinya tidak baik, maka link untuk men-download dokumen aslinya tidak disediakan.
- SPLN 020 1990 (RSNI 1 2004) – Pedoman Penerapan untuk Komisioning Pengusahaan dan Pemeliharaan Turbin Air
- SPLN 025 1980 (RSNI 25) – Pedoman Penerapan untuk Komisioning Pengusahaan dan Pemeliharaan Mesin Diesel
- SPLN 046-3 1982 (RSNI 1 2004) – Pedoman Pembatasan Tingkat Bising Bagian 3
- SPLN 047-1 1981 (RSNI 1 2004) – Pembakuan PLTD Bagian 1
- SPLN 047-4 1984 (RSNI 47 4) – Pembakuan PLTD Bagian 4
- SPLN 048 1981 (RSNI 1 2004) – Pedoman Penerapan Metode ASTM untuk Analisa Batubara
- SPLN 051 1982 (RSNI 1 2004) – Pedoman Penerapan Metode ASTM untuk Analisis Bahan Bakar Gas Alam
- SPLN 067-2B 1986 (RSNI 1-2004) – Kondisi Spesifik Indonesia Bagian 2B: Komisioning dan Pengujian Instalansi Listrik
- SPLN 085 1990 (RSNI 1 2004) – Komisioning Ketel Uap
- SPLN 111-4 1995 (RSNI 1 2004) – Manajemen Pemeliharaan Pusat Listrik Bagian 4
Alternatif artikel yang menarik lainnya:
- Losses Distribusi – Bagian 1
Losses Distribusi DAFTAR ISI Slide 1: Losses Distribusi Slide 2: Losses Distribusi Slide 3: Losses Distribusi Slide 4: Losses Distribusi Slide 5: Losses Distribusi Slide 6: Losses Distribusi Slide 7: Losses Distribusi Slide 8: Losses Distribusi Slide 9: Losses Distribusi Slide 10: Losses Distribusi Catatan:Materi ini tersedia dalam bentuk dokumen Microsoft Power Point. Demi efisiensi selama proses download-nya, dokumen ini tersedia dalam kondisi terkompres, dalam format file - Pentanahan Jaring Tegangan Rendah PLN dan Pentanahan Instalasi – SPLN 3: 1978 – Bagian 2
PENTANAHAN JARING TEGANGAN RENDAH PLN DAN PENTANAHAN INSTALASI Pasal SatuRUANG LINGKUP 1. Ketentuan ini dimaksudkan untuk melengkapi peraturan instalasi dan syarat-syarat sambungan listrik. 2. Ketentuan ini mencakup pentanahan yang harus dipenuhi bagi : Jaring Tegangan Rendah fasa tunggal, bertegangan 220 V dan 2 x 220 V fasa tunggal; Jaring Tegangan Rendah fasa-tiga, bertegangan 220/380 V; Semua instalasi baik fasa tunggal 220 V fasa - Standarisasi SCADA – Bagian 5
Materi dari Forum Distribusi 2007 (Denpasar, 31 Oktober – 1 Nopember 2007) Slide 10 Slide 11 Slide 12 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi artikel ini Download dokumen Power Point dari artikel ini - Introduction of Distribution Operation Technology KEPCO – Bagian 5
Slide 10 Slide 11 Slide 12 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi dari artikel ini Download dokumen dari artikel ini - Isolator Tonggak Pin (Pin Post) Untuk Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV – SPLN 10-4A: 1994 – Bagian 5
Pasal EnamKODE PENGENAL DAN PENANDAAN 10. Kode Pengenal Kode pengenal isolator pin sesuai Tabel I adalah dengan huruf P diikuti dengan angka yang menunjukkan beban gagal tekuk minimum dalam kiloNewton. Selanjutnva diikuti huruf E yang menyatakan bagian logan eksternal. Kemudian diiukuti dengan huruf T vang menunjukkan jenis ikat-atas. angka selanjutnya menunjukkan tegangan ketahanan impuls petir yang dinyatakan dalam kiloVolt.

