WARNA LAMBANG STANDAR UNTUK DIAGRAM MIMIK

Pasal Satu
RUANG LINGKUP DAN TUJUAN

1.

Ruang Lingkup

Standar ini berlaku bagi penggunaan berbagai warna lambang teknik listrik yang diterapkan pada diagram mimik; masing-masing warna itu menunjukkan atau melambangkan nilai tegangan nominal tertentu yang bersangkutan.

2.

Tujuan

Tujuan standar ini adalah untuk memberikan pegangan yang terarah dan seragam dalam penggunaan warna lambang teknik listrik yang diterapkan pada diagram mimik yang dipakai di lingkungan PLN. Dengan pembedaan warna lambang teknik yang satu dengan warna lambang teknik yang lain, yang masing-masing warna melambangkan besarnya nilai tegangan nominal tertentu, maka akan mudah membedakan dalam desain, pembangunan dan pengusahaan instalasi tenaga listrik.

Pasal Dua
DEFINISI

3.

Diagram Mimik

Gambar tata-letak perlengkapan listrik primer (generator, transformator, reaktor, kapasitor, pemutus tenaga, sakelar pemisah, sakelar tanah, rel dan penghantar) suatu instalasi tenaga listrik dalam bentuk diagram satu garis, yang dapat ditampilkan pada panel, unit peragaan visual (Visual Display Unit) atau papan diagram mimik (Mimic board).

Pasal Tiga
WARNA LAMBANG STANDAR UNTUK DIAGRAM MIMIK

4.

Ketentuan Umum

4.1.

Jumlah macam warna lambang teknik listrik yang diterapkan pada suatu diagram mimik dapat satu macam atau lebih.

4.2.

Setiap warna lambang pada 4.1 menunjukkan atau melambangkan besamya nilai tegangan nominal tertentu dari suatu perlengkapan listrik primer suatu instalasi.

4.3.

Warna-warna lambang tersebut pada 4.2, yang masing-masing untuk nilai tegangan nominat tertentu, ditetapkan sebagai berikut:

Tabel 1: Warna lambang
0182-spln-099-1992-tabel1

Catatan:

Dalam penerapan warna lambang agar diupayakan sedapat mungkin sama dengan warna lambang standar tersebut dalam tabel di atas.

4.4.

Warna lambang yang dimaksud pada Tabel 1 di Ayat 4.3 sebagai Warna Lambang Standar, harus mengikuti SPLN 107:1992 tentang “Standar Warna”.

4.5.

Untuk Warna panel, dianjurkan warna abu-abu.

Kembali ke daftar isi artikel ini
Download dokumen PDF dari artikel ini