STANDAR PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA
SPLN 52-3: 1983
Lampiran Surat Keputusan Direksi PLN No.175/DIR/83, Tanggal 9 Juli 1983
Pola Pengamanan Sistem
Bagian 3: Sistem Distribusi 6 kV Dan 20 kV
DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI
PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA
JL TRUNOJOYO MI/135 – KEBAYORAN BARU – JAKARTA
Susunan Anggota Kelompok Pembakuan Bidang Distribusi
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara
No.: 142/DIR/79 Tanggal 18 Desember 1979
No.: 073/DIR/80 Tanggal 4 Oktober 1980
No.: 099/DIR/80 Tanggal 26 Nopember 1980

Susunan Anggota Kelompok Kerja Pola Pengarnanan Sistem Distribusi
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan
No.003/LMK/1982 Tanggal 12 Maret 1982

DAFTAR ISI
Pasal Satu: Ruang Lingkup dan Tujuan
1. Ruang Lingkup
2. Tujuan
Pasal Dua: Defenisi
3. Pengamanan Sistem Distribusi
Pasal Tiga: Latar Belakang Perkembangannya
Pasal Empat: Empat Pola Pengamanan Sistem Distribusi Di Lingkungan PLN
4. Gangguan pada Sistem Distribusi
5. Keandalan Sistem Distribusi
6. Pengamanan Sistem Distribusi
7. Sistem Distribusi… (Pola 1)
8. Sistem Distribusi… (Pola 2)
Ayat 8 (Lanjutan)
9. Sistem Distribusi… (Pola 3)
Ayat 9 (Lanjutan)
10. Sistem Distribusi… (Pola 4)
11. Kesempurnaan Pembakuan Sistem Distribusi
Pasal Lima: Pola Pengamanan Sistem Distribusi 20 kV dan 6 kV
12. Untuk sistem distribusi 20 kV…
13. Untuk sistem distribusi 20 kV…
14. Untuk sistem distribusi 20 kV…
15. Untuk sistem distribusi 6 kV…
Lampiran A: Sakelar-Seksi Otomatis Pada Sistem Distribusi Pola 1
1. Untuk Jaringan Radial
2. Untuk Jaringan Tertutup (Loop)
Lampiran B: Koordinasi Antara PMB-PBO-PSO-PL
Pengaman lebur (PL)
Pengaman lebur (PL) (Lanjutan 1)
Pengaman lebur (PL) (Lanjutan 2)
Penutup Balik Otomatis (PBO)
Koordinasi PBO-PL
Koordinasi PBO-PL (Lanjutan 1)
Koordinasi PBO 1-PBO 2
Koordinasi PBO 1-PBO 2 (Lanjutan 1)
Koordinasi PBO-PSO
Koordinasi PBO-PSO (Lanjutan 1)
Koordinasi antara PBO-PSO-PL
Koordinasi PMB-PBO
Koordinasi yang lain (Pola 1)
Lampiran D: Jaringan Spindel
Lampiran D: Jaringan Spindel (Lanjutan 1)
Lampiran D: Jaringan Spindel (Lanjutan 2)
Lampiran F: Pola Pengaman Sistem Distribusi 6kV dengan Pentanahan Mengambang
1. Pendahuluan
2. Karakteristik Sistem Pentahanan Mengambang
2.1. Tegangan
2.2. Arus gangguan hubung singkat
3. Cara Pengamanan
Sub ayat 3.3. (Lanjutan 1)
Sub ayat 3.3. (Lanjutan 2)
4. Cara Melokalisir Gangguan Satu Fasa Ke Tanah
5. Sistim Pengamanan Gangguan Satu Fasa Ke Tanah…
6. Kesimpulan
Lampiran G: Distribusi dan Besarnya Arus Gangguan Satu Fasa Ke Tanah
Lampiran G (Lanjutan 1)
Lampiran H: Perhitungan Tahanan Ekuivalent Arus Resistif Gangguan Tanah dan Contoh Spesifikasi Peralatannya
1. Perhitungan Tahanan Ekuivalent Sisi Tegangan Tinggi atau m
2. Perhitungan Arus Gangguan Satu Fasa Ke Tanah
Lampiran H, ayat 2 (Lanjutan 1)
Lampiran H, ayat 2 (Lanjutan 2)
Alternatif artikel yang menarik lainnya:
- Asset Management in SESCo – Bagian 5
Materi dari 17th AESIEAP Technical Committee and Subcommittees Meeting (Kuching, Sarawak, Malaysia, 10th-14th August 2004) Slide 10 Slide 11 Slide 12 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi artikel ini Download dokumen dari artikel ini - Penyusunan Konsep Pembakuan untuk Peralatan Listrik Produksi Dalam Negeri – SPLN 29: 1980 – Bagian 2
PENYUSUNAN KONSEP PEMBAKUANUNTUK PERALATAN LISTRIK PRODUKSI DALAM NEGERI Pasal SatuPEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA Dalam menyusun konsep pembakuan untuk peralatan listrik yang diproduksi di dalam negeri, rapat kelompok pembakuan dapat membentuk kelompok kerja dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam SPLN 5: 1978, disertai ketentuan tambahan sebagai berikut: Keanggotaan kelompok kerja dapat ditambah dengan sebanyak-banyaknya 5 orang Anggota Ahli, yaitu Ahli di - Deregulation Privation and Competition sub Committee Meeting – Bagian 6
Materi dari 17th AESIEAP Technical Committee and Subcommittees Meeting (Kuching, Sarawak, Malaysia, 10th-14th August 2004) Slide 13 Slide 14 Slide 15 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi dari artikel ini Download dokumen Power Point dari artikel ini - Isolator Untuk Saluran Udara Dengan Tegangan Nominal Diatas 1000 Volt Bagian 2 – SPLN 10-1E-2: 1996 – Bagian 2
ISOLATOR UNTUK SALURAN UDARA DENGAN TEGANGAN NOMINALDI ATAS 1000 VOLTBagian 2 :Rentengan Isolator dan Set Isolator untuk Sistem Arus Bolak-BalikDefinisi, Metode Uji dan Kriteria Serah Terima Pasal SatuU M U M 1. Ruang Lingkup Standar ini diberlakukan kepada rentengan isolator dan set isolator yang terdiri dari unit isolator renteng dari bahan keramik atau gelas untuk digunakan pada saluran udara - Tingkat Jaminan Sistem Tenaga Listrik, Bagian 2: Sistem Distribusi – SPLN 68-2: 1986 – Bagian 3
Pasal TigaPERTIMBANGAN UNTUK MENETAPKAN TINGKAT JAMINAN SISTEM DISTRIBUSI 7. Untuk merencanakan pembangunan sistem tenaga listrik, khususnya sistem distribusi, perlu diperhatikan adanya tiga tingkat rekayasa dasar (basic engineering) dalam pengembangan sistem distribusi; pertama, desain sistem dan peralatan distribusi serta pembuatannya; kedua, penentuan garis-garis besar standar konstruksi yang didasarkan pada peralatan yang diperoleh dan ketiga, menyeleksi macam-macam standar konstruksi


Berikan tanggapan
Anda harus logged in untuk memberikan tanggapan.