III. Langkah-Langkah Survey untuk Perencanaan
3.1. Penentuan Titik-Titik Arah Lintasan
3.2. Pengukuran Jarak Lintasan
3.3. Pengukuran Sudut Lintasan Jaringan
3.4. Pematokan
Fungsi utama dari survey adalah untuk menentukan route/lintasan konstruksi dari suatu jaringan yang akan dipasang.
Ada dua hal survey dilakukan:
- Oleh Perencana:
Menentukan titik-titik tempat yang akan dipasang konstruksi serta jenis konstruksinya dengan menyesuaikan arah lintasan maupun kondisi geografis. - Oleh Pelaksana:
Diperlukan bila titik-titik yang dibuat oleh perencana dengan memberi patok ternyata hilang atau tidak ada, maka dengan menggunakan gambar rencana yang sudah ada, titik-titik tersebut dapat dicari kembali.
- Lintasan konstruksi jaringan diusahakan merupakan garis lurus dari titik awal sampai titik ujung.
- Permukaan tanah dipilih antara satu titik ke titik lainnya mempunyai ketinggian yang sama atau berbeda dengan selisih sekecil-kecilnya.
- Titik-titik yang ditentukan berada dipinggir jalan.
- Hindarkan jaringan berdekatan dari benda-benda lain (bangunan, pohon) hingga jarak amannya tidak terlalu kecil dari yang ditentukan.
- Pelaksanaan dilakukan oleh tiga orang.
- Peralatan survey yang digunakan:
- kompas
- rol meter
- jalon
III. Langkah-Langkah Survey untuk Perencanaan
3.1. Penentuan Titik-Titik Arah Lintasan
Menentukan titik-titik penting, yaitu titik yang satu dengan lainya merupakan garis lurus. Titik-titik tersebut dipasang patok.
Titik a, b, c, d, e dan f disamping merupakan titik terpenting, maka perlu diperhatikan ketinggian tanah dan perkiraan tiang yang akan dipasang. Untuk itu pada gambar sket atau catatan yang dibuat harus bisa ditandai. Misal antara b dan c permukaan tanah sangat rendah, maka kita harus mengambil kesimpulan tiang antara b dan c, kita pilih tiang yang lebih panjang daripada yang lainnya.

Gambar 1
3.2. Pengukuran Jarak Lintasan
Mengukur jarak antara titik penting dan membaginya menjadi titik antara, dengan jarak ,untuk jaringan SUTM antara 40 m sampai dengan 50 m. Untuk jarak yang melebihi ketentuan tersebut maka dibutuhkan konstruksi yang khusus.

Gambar 2
Catatan:
Materi ini tersedia dalam bentuk dokumen Microsoft Word. Demi efisiensi selama proses download-nya, dokumen ini tersedia dalam kondisi terkompres, dalam format file ZIP. Besarnya ukuran file: 29 kB.
Alternatif artikel yang menarik lainnya:
- Lightning Protection Kasus APJ Depok – Bagian 13
Materi dari Forum Distribusi 2007 (Denpasar, 31 Oktober – 1 Nopember 2007) Slide 34 Slide 35 Slide 36 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi artikel ini Download dokumen Power Point dari artikel ini - Sistem Prosedur Pengelolaan Automatic Meter Reading – Bagian 3
Materi dari Forum Distribusi 2007 (Denpasar, 31 Oktober – 1 Nopember 2007) Slide 4 Slide 5 Slide 6 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi artikel ini Download dokumen Power Point dari artikel ini - Kawat Fleksibel Kembar Dua dan Tiga Berisolasi PVC Tegangan Pengenal 300/300 Volt (NYZ/NYD) – SPLN 42-4: 1992 – Bagian 5
Pasal TujuhKARAKTERISTIK KABEL 13. Kuat Hantar Arus (KHA) Kuat hantar arus maksimum didasarkan pada daya hantar arus secara terus menerus pada suhu penghantar tidak melebihi 70°C. Nilai arus yang tercantum dalam Tabel I kolom 10 dan 11 berlaku untuk kawat-kawat fleksibel kembar 2 dan 3 berisolasi PVC di dalam ruangan dengan suhu sekitar maksimum 3°C dan 40°C. 14. Ukuran dan Konstruksi 14.1. Kabel - Konektor Tembus Kedap Air Untuk Kabel Pilin Udara Tegangan Rendah – SPLN 84: 1992 – Bagian 3
11. Uji Jenis Uji Jenis adalah untuk mengetahui sifat-sifat menyeluruh (lengkap) dari konektor. Pengujian ini pada umumnya hanya dilakukan sekali untuk setiap jenis dari setiap pabrik pembuat, namun apabila mengalami perubahan bahan, konstruksi dan proses harus mengalami uji jenis ulang. 12. Uji Rutin Uji Rutin adalah untuk memisahkan konektor yang cacat atau menyimpang dari persyaratan dalam standar ini. Pengujian ini - Kamar Uji Instrumen Ukur Listrik Bagian 4: Prosedur Uji Penunjuk Kebutuhan Maksimum – SPLN 60-4: 1992 – Bagian 4
5.1. Pemeriksaan Visual Dan Mekanis Lihat Sub-ayat 4.1. 5.2. Pemanasan Awal Lihat Sub-ayat 4.2. 5.3. Arus Mula Lihat Sub-ayat 4.3. 5.4. Pemeriksaan Perioda Integrasi Kebutuhan Lihat Sub-ayat 4.4. 5.5. Kalibrasi KVAh Meter (Meter Pendukungnya) KVAh meter dikalibrasi pada tegangan pengenal, frekuensi pengenal dan arus beban sesuai dengan tabel dibawah ini. 5.6. Kesalahan Penunjukan Kalibrasi dilakukan minimum pada 2 skala, yakni pada sekitar 25% dan 80% julat ukur dengan fk = 0.799, 0.866


Sebaiknya artikel di-update dg perkembangan saat ini yaitu survey jar distribusi sdh hars menggunakan : GPS dan peta digital
Mungkin perlu ditambah limit jarak antara titik tiang dgn DMJ, karena untuk dilapangan sering berbenturan dengan kepentingan lain