STANDAR PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA
SPLN 100-2: 1993

Lampiran Surat Keputusan Direksi PLN No. 043.K/0594/DIR/93, Tanggal 19 April 1993

Saluran Udara Tegangan Tinggi
Pembebanan Penyangga Saluran Udara
Bagian II: Pengaruh Angin Dan Suhu

DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI
PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA
JALAN TRUNOJOYO M1/135 – KEBAYORAN BARU – JAKARTA

Susunan Anggota Kelompok Pembakuan Bidang Transmisi
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara
No. 077/DIR/88 Tanggal 21 September 1988

0184-spln-100-2-1991-anggota1

Susunan Anggota Kelompok Kerja Saluran Udara Tegangan Tinggi
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan
No. 004.K/494/PPMK/92 Tanggal 9 (???)

0184-spln-100-2-1991-anggota2

DAFTAR ISI

Pasal Satu: Ruang Lingkup dan Tujuan
1. Ruang Lingkup
2. Tujuan

Pasal Dua: Definisi
3. Definisi
3.1. Kekasaran Tanah
3.2. Kecepatan Angin Meteorologi (V)
3.3. Kecepatan Angin Maksimum Tahunan (Vm)

Pasal Tiga: Asumsi Pembebanan
4. Asumsi Pembebanan
4.1. Asumsi Angin Kencang
4.1.1. Penentuan kecepatan angin kencang Vm
4.1.2. Kecepatan angin acuan (VR) untuk desain
4.1.3. Koefisien kekasaran tanah KR
4.1.4. Suhu yang bertepatan
4.2. Asumsi Suhu Rendah
5. Satuan Aksi Angin Pada Bagian dari Saluran Udara

Pasal Empat: Beban Pada Penyangga
6. Beban pada Penyangga
6.1. Pengaruh Angin pada Konduktor
6.2. Pengaruh Angin pada Isolator
6.3. Pengaruh Angin pada Penyangganya Sendiri
6.3.1. Menara siku penampang bujur sangkar
6.3.2. Menara yang terbuat dari elemen silindris berdiameter besar
7. Pembebanan Uji
Gambar 1a: Kekasaran tanah A
Gambar 1b: Kekasaran tanah B
Gambar 1c: Kekasaran tanah C
Gambar 1d: Kekasaran tanah D
Gambar 2: Penentuan panjang semu 2 Lm dari dua rentangan yang berdekatan
Gambar 3: Faktor hembusan dari isolator dan menara Gi, GT
Gambar 4: Definisi perbandingan kekakuan
Gambar 5: Koefisien tarikan normal keseluruhan untuk
menara bujur sangkar

Gambar 6: Koefisien tarikan normal keseluruhan untuk menara bujur sangkar
Gambar 7: Nilai CxTc sebagai fungsi dari bilangan Reynolds Re

Lampiran A: Penentuan Kecepatan Angin Acuan Secara Meteorologi

Lampiran B: Gradien Kecepatan Angin

Lampiran C: Pengukuran Suhu dan Interprestasinya

Lampiran D-1: Suhu Minimum dan Kecepatan Angin Maksimum Meteorologi

Lampiran D-2: Tabel Distribusi Suhu Minimum dan Kecepatan Angin Maksimum
Jawa (1961 – 1989)

Lampiran D-3: Grafik Distribusi Suhu Udara Minimum Jawa (1961 – 1989)

Lampiran D-4: Grafik Distribusi Kecepatan Angin Maksimum Jawa (1971 – 1989)

Lampiran D-5: Tabel Distribusi Suhu Minimum dan Kecepatan Angin Maksimum Sumatra (1961 – 1989)

Lampiran D-6: Grafik Distribusi Suhu Minimum dan Distribusi Kecepatan Angin Maksimum Sumatra (1961 – 1989)

Lampiran E-1: Estimasi Berat Tower

Lampiran E-2: Maximum Working Tension

Daftar Istilah

Kembali ke daftar isi artikel ini
Download dokumen PDF dari artikel ini (maaf, belum tersedia)