STANDAR PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA
SPLN 84: 1992
Lampiran Surat Keputusan Direksi PLN No. 056/0594/DIR/92, Tanggal 17 Juni 1992
Konektor Tembus Kedap Air Untuk Kabel Pilin Udara Tegangan Rendah
DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI
PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA
JALAN TRUNOJOYO M 1/135 – KEBAYORAN BARU – JAKARTA
DAFTAR ISI
Pasal Satu: Ruang Lingkup dan Tujuan
1. Ruang Lingkup
2. Tujuan
Pasal Dua: Definisi
3. Konektor Tembus Kedap Air
4. Beban Putus
5. Arus Beban
6. Arus Uji
7. Arus Besar
8. Torsi Pengenal
9. Torsi Pengenal Maksimum
10. Pasangan Gigi
11. Uji Jenis
12. Uji Rutin
13. Uji Contoh
Pasal Tiga: Konstruksi dan Dimensi
14. Konstruksi
15. Dimensi
Pasal Empat: Klasifikasi
16. Klasifikasi
Pasal Lima: Syarat Bahan dan Mutu
17. Bahan
17.1. Bahan Isolasi
17.2. Bahan Isolasi Kedap Air
17.3. Bagian Kontak
17.4. Bahan Gemuk (Grease)
17.5. Bagian Penekan
18. Sifat Tampak
19. Sifat Mekanik
20. Sifat Listrik
21. Sifat Termal
22. Perlindungan terhadap Korosi
Pasal Enam: Penandaan
23. Penandaan
Pasal Tujuh: Klasifikasi dan Cara Uji
24. Kualifikasi Uji
24.1. Uji Jenis
24.2. Uji Rutin
24.3. Uji Contoh
25. Cara Uji
25.1. Cara Uji Bahan Gemuk
25.2. Cara Uji Sifat Mekanik
25.3. Uji Ketahanan terhadap Cuaca
25.4. Cara Uji Sifat Listrik
25.4.1. Uji Tegangan
25.4.2. Pengukuran Resistans
25.4.3. Uji Daur Panas
25.5. Cara Uji Sifat Termal
25.6. Cara Uji Ketahanan Terhadap Korosi
Lampiran A: Penandaan dan Cara Pengemasan
Lampiran C: Cara Menentukan Besar dan Waktu Pembebanan Arus Besar
Lampiran D: Beban Putus Perhitungan Penghantar
Gambar 1: Contoh konstruksi konektor tembus kedap air
Gambar 2: Uji beban putus penghantar akibat pemakaian konektor
Gambar 3: Uji daya cengkeram konektor terhadap penghantar terpasang
Gambar 4: Pengukuran susut tegangan (ΔU)
Gambar 5: Rangkaian uji daur panas
Gambar 6: Uji getaran
Gambar 7a: Daur uji ketahanan cuaca
Gambar 7b: Filter panjang gelombang radiasi ultraviolet untuk pengujian ketahanan terhadap cuaca
Gambar 8: Uji tekan bola baja
Gambar 9: Cara mengukur jarak rambat arus pada konektor (h)
Gambar 10: Uji tegangan
Gambar 11: Grafik daur panas
Daftar Istilah
Alternatif artikel yang menarik lainnya:
- Kondisi Spesifik Indonesia Bagian 1b – SPLN 67-1B: 1986 – Bagian 3
3. Pelaksanaan 3.1. Spesifik pembangkit yang perlu diperhatikan adalah : Konstanta kelembaban motor pembangkit termasuk mesin (H) yang menyimpan energi kinetik dalam rotor dan merupakan peredam goncangan frekuensi, besarnya sekitar 1 s/d 7 MW sec/MWA. Konstanta tersebut mempunyai hubungan dengan data mekanis sebagai berikut : dimana : HGD2RpmkVA = Konstanta kelembaman (MW.sec/MWA atau kVA)= Momen kelembaman (kg.m2)= Putaran motor (putaran/menit)= Daya pengenal - Petunjuk Pemilihan dan Penggunaan Relai Statis – SPLN 65: 1985 – Bagian 3
4. Instalasi Sekunder Instalusi sekunder adalah rangkaian pengawatan yang tersambung pada sisi sekunder transformator instrumen dan dipakai untuk meneruskan besaran-besaran listrik yang diukur oleh transformator instrumen tersebut. 5. Instalasi Kontrol Instalasi kontrol adalah rangkaian pengawatan selain rangkaian sekunder dan dipakai untuk rriengerjakan/mengontrol peralatan. Pasal TigaPERMASALAHAN 6. Penggunaan Relai Statis Tidak Dapat Dihindarkan Karena perkembangan teknologi semi konduktor, maka penggunaan relai statis dalam suatu pola - Manfaat Penggantian CT Kelas 0.5 dengan CT Kelas 0.5s – Bagian 12
Materi dari Forum Distribusi 2007 (Denpasar, 31 Oktober – 1 Nopember 2007) Slide 31 Slide 32 Slide 33 Slide sebelumnya Slide berikutnya Kembali ke daftar isi artikel ini Download dokumen Power Point dari artikel ini - Konstruksi Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 kV Dan 150 kV dengan Tiang Beton/Baja – SPLN 121: 1996 – Bagian 9
16.3. Pondasi 16.3.1. Jenis pondasi yang digunakan Pondasi tiang yang digunakan mengacu kepada SPLN 110-1 s/d 6: 1996, tentang Pondasi Menara Saluran Udara Tegangan Tinggi. Jenis pondasi yang digunakan adalah : Pondasi bor yang terdiri atas : Pondasi bor poros lurus (Gambar 31) Pondasi bor tanam langsung (Gambar 32 dan 33) Pondasi beton bertulang dengan baut angkur, yang terdiri atas : Pondasi beton bertulang dengan - Overview of Strategic Services (SESCo) – Bagian 2
Materi dari 17th AESIEAP Technical Committee and Subcommittees Meeting (Kuching, Sarawak, Malaysia, 10th-14th August 2004) Slide 1 Slide 2 Slide 3 Kembali ke daftar isi Slide berikutnya Kembali ke daftar isi artikel ini Download dokumen dari artikel ini


Berikan tanggapan
Anda harus logged in untuk memberikan tanggapan.