IV DAS Pilot Project
3. Progress Report of Pilot Project
3-1 Work Classification
As pre-mentioned in Inception Report all the affairs are classified as following and we have conducted to successfully complete Pilot Project, and considering the complexity of this project KEPCO have taken a share of affairs to KDN of our subsidiary company with a separated contract.

3-2 Progress Schedule
The progress schedule for Pilot project is as follows. Firstly, as a preparation step a specification overview for DAS applied in Indonesia, Pilot Project design and Pilot Project contract with KDN are conducted by KEPCO. Next step of materials purchase and installation, PLN carried out a reinforcement work for the weak facilities to be installed S/W and they were checked by KEPCO.
Communication in DAS is very important in terms of correct operation and efficiency, so we assigned lots of time to the step of communication normality.
From first a overview and sensitivity measuring of local communication method used in common to final communication test, we continued studying and testing to find a suitable method for TDAS out of the diverse communication methods.
2 times training for DAS will be conducted for operator and manager, first was conducted in April 2007 and the other is done in June 2007. Trial run for DAS will be done until september 2007 and then completed in October.
The reason of long term trial run for about 4 to 5 months is to minimize the human mistake and lots of error in program which can be occurred when DAS is operated firstly as KEPCO, to revise and complement the problem occurred in operation and also to foster the skills and ability to overcome of operator or manager.

Alternatif artikel yang menarik lainnya:
- Hantaran Aluminium (AAC) – SPLN 41-6: 1981 – Bagian 6
Lampiran ACatatan Mengenai Perhitungan Dari Sifat-Sifat Penghantar Pertambahan panjang karena pemilinanApabila diluruskan kembali, masing-masing kawat pada setiap lapisan tertentu dari suatu hantaran, terkecuali kawat pusat, akan lebih panjang dari pada hantaran itu sendiri yang perbedaannya tergantung pada perbandingan pilin rata-rata dari lapisan tersebut. Tahanan dan berat hantaranTahanan dari suatu hantaran dengan panjang tertentu adalah tahanan dari suatu - Konektor Alur Paralel Untuk Penghantar Telanjang – SPLN 101: 1992 – Bagian 9
15.3.3. Uji daur panas Konektor yang akan diuji dipasang pada rangkaian sesuai ketentuan sub-sub-ayat 15.3.1. Konektor dipasang pada penghantar, jenis dan ukurannya sesuai dengan penandaan ukuran nominal penghantar.Bila konektor dalam penggunaannya untuk penghantar tembaga dan aluminium, pengujian dilakukan dengan menggunakan kedua jenis penghantar tersebut, kecuali untuk konektor dengan bagian kontak yang terbuat dari tembaga digunakan penghantar tembaga. Tabel V: - Konektor Alur Paralel Untuk Penghantar Telanjang – SPLN 101: 1992 – Bagian 5
10. Sifat Mekanik 10.1. Mur dan baut harus mudah dipasang atau dilepas dengan tangan sebelum dikencangkan. Baut harus cukup panjang agar pada waktu pemasangan bagian atas dan bawah konektor tidak terlepas satu dengan yang lainnya sehingga penghantar dapat masuk dengan normal (dari samping). 10.2. Kepala baut dobel atau topi baut/mur konektor jenis mur-baut harus patah pada kekencangan + 10% sesuai - Pembakuan PLTD, Bagian 1: PLTD Bakal, PLTD Kecil dan PLTD Sedang – SPLN 47-1: 1981 (RSNI-1: 2004) – Bagian 7
7.6. Perlengkapan Umum PLTD harus dilengkapi dengan: 7.6.1. Alat pemadam kebakaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 7.6.2. Alat pengangkat 5 ton. 7.6.3. Peralatan bengkel secukupnya. 8. PLTD Sedang 8.1. Lahan PLTD Lahan tanah untuk PLTD disediakan dengan persyaratan sebagai berikut: 8.1.1. Luas lahan sedikitnya 150 x 250 m2 untuk SPD 2.500 kW dan 200 x 250 m2 untuk SPD 8.000 kW dengan perincian untuk: Catatan: Lihat catatan di bawah Sub-ayat 6.1.1. 8.1.2. Letak - Introduction to Business Planning Process – Bagian 1
Introduction to Business Planning ProcessOleh: Tenaga Nasional Berhad DAFTAR ISI Slide 1: Introduction to Business Planning Process Slide 2: Introduction to Business Planning Process Slide 3: Introduction to Business Planning Process Slide 4: Introduction to Business Planning Process Slide 5: Introduction to Business Planning Process Slide 6: Introduction to Business Planning Process Slide 7: Introduction to Business Planning Process Slide 8: Introduction to Business


Berikan tanggapan
Anda harus logged in untuk memberikan tanggapan.